Tampilkan postingan dengan label penyu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyu. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Februari 2012

Donasi Penyu Untuk Indonesia - Appreciation Trip Program Penyu Untuk Indonesia di Bali

sumber: http://rajufebrian.wordpress.com/2012/02/01/daihatsu-gelar-program-penyu-untuk-indonesia-di-bali/

Pelepasan tukik atau anak penyu dalam program PT Astra Daihatsu Motor “Penyu untuk Indonesia”. (Dok. ADM)

JAKARTA, 01 Februari 2012 – PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menyelenggarakan acara “Appreciation Trip” terhadap adopter atau donatur dalam program CSR Daihatsu “Penyu untuk Indonesia” di Pulau Serangan, Bali pada 27-29 Januari 2012. Acara ini merupakan apresiasi terhadap adopter yang ikut serta dalam program penghumpunan dana konservasi penyu yang dilaksanakan sejak 9 Februari 2011.

Acara ini diikuti 48 adopter yang terpilih dalam penutupan acara Penyu untuk Indonesia bertajuk “Daihatsu Xenia Race for Turtle Saviour” yang digelar pada 19 November 2011 lalu. Peserta perjalanan ke Bali ini terdiri dari karyawan Daihatsu, karyawan perwakilan perusahaan Grup Astra, dan anggota klub Daihatsu.

“Kegiatan ini juga dilakukan untuk membantu kegiatan konservasi penyu yang fasilitasnya saat ini masih sangat terbatas dalam mengembangbiakkan dan melestarikan penyu sebagai hewan langka yang dapat menjaga ekosistem keseimbangan laut,” kata Elvina Afny, Division Head Customer Satisfaction & Value Chain.

Sejak digelar, total donasi program “Penyu untuk Indonesia” telah mencapai Rp 300 juta. Donasi ini akan disumbangkan ke beberapa tempat konservasi penyu di Indonesia.

Amelia Tjandra, Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor mengatakan tahun ini program tersebut akan kembai dilanjutkan. Daihatsu juga akan mengadopsi satu dari delapan lokasi konservasi penyu yang telah dibantu untuk diadopsi. “Delapan lokasi tersebut tiga di antaranya di Bali yakni Pulau Serangan, Denpasar; Perancak Jembrana; dan Tegalbesar, Klungkung,” kata Amelia Tjandra.

Donasi Penyu Untuk Indonesia - Appreciation Trip Program Penyu Untuk Indonesia di Bali

sumber: http://rajufebrian.wordpress.com/2012/02/01/daihatsu-gelar-program-penyu-untuk-indonesia-di-bali/

Pelepasan tukik atau anak penyu dalam program PT Astra Daihatsu Motor “Penyu untuk Indonesia”. (Dok. ADM)

JAKARTA, 01 Februari 2012 – PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menyelenggarakan acara “Appreciation Trip” terhadap adopter atau donatur dalam program CSR Daihatsu “Penyu untuk Indonesia” di Pulau Serangan, Bali pada 27-29 Januari 2012. Acara ini merupakan apresiasi terhadap adopter yang ikut serta dalam program penghumpunan dana konservasi penyu yang dilaksanakan sejak 9 Februari 2011.

Acara ini diikuti 48 adopter yang terpilih dalam penutupan acara Penyu untuk Indonesia bertajuk “Daihatsu Xenia Race for Turtle Saviour” yang digelar pada 19 November 2011 lalu. Peserta perjalanan ke Bali ini terdiri dari karyawan Daihatsu, karyawan perwakilan perusahaan Grup Astra, dan anggota klub Daihatsu.

“Kegiatan ini juga dilakukan untuk membantu kegiatan konservasi penyu yang fasilitasnya saat ini masih sangat terbatas dalam mengembangbiakkan dan melestarikan penyu sebagai hewan langka yang dapat menjaga ekosistem keseimbangan laut,” kata Elvina Afny, Division Head Customer Satisfaction & Value Chain.

Sejak digelar, total donasi program “Penyu untuk Indonesia” telah mencapai Rp 300 juta. Donasi ini akan disumbangkan ke beberapa tempat konservasi penyu di Indonesia.

Amelia Tjandra, Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor mengatakan tahun ini program tersebut akan kembai dilanjutkan. Daihatsu juga akan mengadopsi satu dari delapan lokasi konservasi penyu yang telah dibantu untuk diadopsi. “Delapan lokasi tersebut tiga di antaranya di Bali yakni Pulau Serangan, Denpasar; Perancak Jembrana; dan Tegalbesar, Klungkung,” kata Amelia Tjandra.

Jumat, 25 November 2011

Penyu untuk Indonesia - Race for Turtle Savior

http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Astra_Daihatsu_Penyu.jpg

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -PT Astra Daihatsu Motor (ADM)selenggarakan acara bertajuk “All New Xenia Race for Turtle Saviour” di Pantai Carnaval Ancol, Jakarta. Aktifitas gathering ini merupakan puncak Program “Penyu Untuk Indonesia” yang telah dilaksanakan sejak 9 Febuari 2011. Sebuah program penghimpunan dana untuk membantu upaya konservasi penyu di Indonesia.

Event yang diikuti sekitar 300-an anggota klub beserta keluarganya dari ke-9 Klub Komunitas Pengguna Daihatsu yaitu: Avanza Xenia Indonesia Club (AXIC), Terios Rush Club Indonesia (TERUCI), Daihatsu Taruna Club (DTC), Ceria Club Indonesia (CCI), Gran Max Luxio Club (MAXXIO), Zebra Club (ZEC), Classy Winner Indonesia Club (CWINDO), Sirion Indonesia Club (SIC) dan Taruna Owners (TO), bersama dengan 700 orang donatur perorangan terpilih yang telah berpartisipasi dalam program ini. Turut hadir sejumlah perwakilan dari perusahaan Grup Astra yang turut memberikan donasi.Sabtu (19/11/2011)

Berbagai acara digelar, antara lain : Turtle Water Race untuk memilih 48 pemenang berhadiah kunjungan ke area konservasi pelestarian penyu di Pulau Serangan, Bali. Juga Xenia Race untuk mengexplore kelebihan All New Xenia dengan hadiah mendapatkan uang saku perjalanan, kemudian Fun Games dengan berbagai hadiah yang sangat menarik dan Kids Creativity Competition untuk anak-anak yang hadir dalam event tersebut.

Hingga saat ini nilai penerimaan donasi dari aktifitas adopsi boneka penyu ini sudah mencapai lebih dari Rp 300 juta. Donasi ini akan disumbangkan ke lima konservasi Penyu di Indonesia yaitu konservasi penyu Ujung Genteng, Sukabumi; Way Tembulih, Lampung; Pantai Rancak, Bali; Alas Purwo, Banyuwangi; dan Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur. Donasi berasal dari para karyawan Daihatsu, anggota ke-9 Klub Daihatsu, serta sumbangan donasi dari karyawan dan Perusahaan Grup Astra lainnya.

Dalam acara “All New Xenia Race for Turtle Saviour” ini, ADM melakukan penyerahan donasi secara simbolis kepada perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia yang diwakili oleh Riyanto Basuki, Kasubdit Konservasi Kawasan, Direktorat Kawasan dan Jenis Ikan, Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Direktur Marketing ADM Amelia Tjandra mengatakan “Event ini merupakan puncak penyelenggaraan program ‘Penyu Untuk Indonesia’ sebagai apresiasi kami atas partisipasi masyarakat yang telah mendukung pelestarian Penyu. Untuk itu kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yg telah berpartisipasi dalam program ‘Penyu untuk Indonesia’ ini.”

Acara puncak program “Penyu Untuk Indonesia” ini berlangsung sehari penuh dan diwarnai dengan berbagai kegiatan, termasuk Test Drive All New Xenia untuk memberikan frist drive experience kepada para loyal customer yaitu member Klub Daihatsu merasakan kenyamanan mengendarai All New Xenia.


Penulis: Budi Prasetyo  |  Editor: Budi Prasetyo

Penyu untuk Indonesia - Race for Turtle Savior

http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Astra_Daihatsu_Penyu.jpg

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -PT Astra Daihatsu Motor (ADM)selenggarakan acara bertajuk “All New Xenia Race for Turtle Saviour” di Pantai Carnaval Ancol, Jakarta. Aktifitas gathering ini merupakan puncak Program “Penyu Untuk Indonesia” yang telah dilaksanakan sejak 9 Febuari 2011. Sebuah program penghimpunan dana untuk membantu upaya konservasi penyu di Indonesia.

Event yang diikuti sekitar 300-an anggota klub beserta keluarganya dari ke-9 Klub Komunitas Pengguna Daihatsu yaitu: Avanza Xenia Indonesia Club (AXIC), Terios Rush Club Indonesia (TERUCI), Daihatsu Taruna Club (DTC), Ceria Club Indonesia (CCI), Gran Max Luxio Club (MAXXIO), Zebra Club (ZEC), Classy Winner Indonesia Club (CWINDO), Sirion Indonesia Club (SIC) dan Taruna Owners (TO), bersama dengan 700 orang donatur perorangan terpilih yang telah berpartisipasi dalam program ini. Turut hadir sejumlah perwakilan dari perusahaan Grup Astra yang turut memberikan donasi.Sabtu (19/11/2011)

Berbagai acara digelar, antara lain : Turtle Water Race untuk memilih 48 pemenang berhadiah kunjungan ke area konservasi pelestarian penyu di Pulau Serangan, Bali. Juga Xenia Race untuk mengexplore kelebihan All New Xenia dengan hadiah mendapatkan uang saku perjalanan, kemudian Fun Games dengan berbagai hadiah yang sangat menarik dan Kids Creativity Competition untuk anak-anak yang hadir dalam event tersebut.

Hingga saat ini nilai penerimaan donasi dari aktifitas adopsi boneka penyu ini sudah mencapai lebih dari Rp 300 juta. Donasi ini akan disumbangkan ke lima konservasi Penyu di Indonesia yaitu konservasi penyu Ujung Genteng, Sukabumi; Way Tembulih, Lampung; Pantai Rancak, Bali; Alas Purwo, Banyuwangi; dan Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur. Donasi berasal dari para karyawan Daihatsu, anggota ke-9 Klub Daihatsu, serta sumbangan donasi dari karyawan dan Perusahaan Grup Astra lainnya.

Dalam acara “All New Xenia Race for Turtle Saviour” ini, ADM melakukan penyerahan donasi secara simbolis kepada perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia yang diwakili oleh Riyanto Basuki, Kasubdit Konservasi Kawasan, Direktorat Kawasan dan Jenis Ikan, Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Direktur Marketing ADM Amelia Tjandra mengatakan “Event ini merupakan puncak penyelenggaraan program ‘Penyu Untuk Indonesia’ sebagai apresiasi kami atas partisipasi masyarakat yang telah mendukung pelestarian Penyu. Untuk itu kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yg telah berpartisipasi dalam program ‘Penyu untuk Indonesia’ ini.”

Acara puncak program “Penyu Untuk Indonesia” ini berlangsung sehari penuh dan diwarnai dengan berbagai kegiatan, termasuk Test Drive All New Xenia untuk memberikan frist drive experience kepada para loyal customer yaitu member Klub Daihatsu merasakan kenyamanan mengendarai All New Xenia.


Penulis: Budi Prasetyo  |  Editor: Budi Prasetyo

Kamis, 10 Februari 2011

Penyu Untuk Indonesia Media Indonesia

Program CSR Daihatsu
Rabu, 09 Februari 2011 19:30 WIB
Penyu untuk Indonesia
Penulis : chadie
Penyu untuk Indonesia

MI/CHADIE

MELIHAT nasib satwa penyu yang jumlahnya kian menyusut baik dari populasi maupun jenisnya, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menggelar program bertajuk 'Penyu untuk Indonesia' yang diresmikan pada Rabu (9/2). 

Program yang digelar ADM bekerjasama dengan MetroTV, National Geographic Indonesia, AutoBild Indonesia, MRA Media Group dan Harian Seputar Indonesia ini dilatar belakangi oleh adanya kesamaan visi dalam pelestarian lingkungan yang dimiliki oleh kelima perusahaan tersebut. 

Dalam hal ini, penyu dipilih karena enam dari tujuh jenis penyu yang ada di dunia memiliki habitat di Indonesia, yaitu penyu belimbing (dermochelys coriacea), penyu hijau (chelonia mydas), penyu sisik (eretmochelys imbricata), penyu tempayan (caretta caretta), penyu pipih (natator depressus) dan penyu lekang(lepidochelys olivacea). 

Tragisnya, hewan yang merupakan salah satu jenis reptil peninggalan zaman purbakala itu kian langka populasinya akibat proses seleksi alam, namun yang paling parah disebabkan oleh perilaku manusia. 

Kasubid Konservasi Kawasan, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Rianto Basuki yang hadir dalam acara itu mengatakan, "Penyu tertua yang pernah ditemukan memiliki usia 162 tahun. Meskipun memiliki umur yang panjang, hewan ini memiliki kemungkinan hidup yang sangat minim akibat seleksi alam. Menurut penelitian, dari 1.000 telur yang menetas, hanya 1 yang dapat mencapai dewasa hingga usia 20-50 tahun." 

Sejak dari masih jadi telur, lanjutnya, ancaman sudah menghadang dari para predator seperti tikus, musang dan sebagainya. Ketika telur menetas menjadi tukik dan keluar sarang menuju laut, ancaman lain sudah menanti dari biawak, burung elang dan berbagai predator lain. Begitu pula saat tukik masuk dalam air. 

Keunikan lain dari hewan luar biasa ini ada pada kemampuan migrasi yang sanggup menjelajah hingga mencapai jarak hampir 5.000 km dari tempat ia ditetaskan. Dan yang paling menakjubkan adalah, hewan ini pasti akan kembali ke tempat ia ditetaskan saat musim bertelur antara usia 20-50 tahun untuk meletakkan telur-telur mereka. 

Riyanto Basuki juga menambahkan bahwa alasan lain pentingnya melestarikan penyu adalah untuk menyeimbangkan ekosistem alam. Jika penyu-penyu ini punah, maka terdapat rantai makanan yang terputus dan berdampak secara luas pada ekosistem. 

Dalam upaya melestarikan penyu, program 'Penyu untuk Indonesia' dikemas dalam konsep 'fund raising' berupa penggalangan dana dari para donatur mulai dari para pelanggan dan komunitas maupun masyarakat umum dengan cara adopsi dan donasi. 

Maksudnya para donatur diharapkan untuk 'mengadopsi' boneka penyu yang lucu dengan menyumbang sebesar Rp50 ribu. Seluruh dana yang terkumpul langsung dikumpulkan di rekening Bank BCA cabang Wahid Hasyim bernomor rekening 478-302-2730 atas nama PT Media Nusantara Informasi. 

Dana tersebut kemudian di salurkan ke-5 lokasi konservasi penyu yaitu di Pantai Pangumbahan-Ujung Genteng, Prancak-Bali, Alas Purwo-Banyuwangi Selatan, Way Tembulih-Lampung Barat dan Pulau Berau-Derawan-Kalimnatan Timur. 

Mewakili Daihatsu, Suparno Djasmin mengatakan,"Kami memperkirakan program ini akan mendatangkan dana dengan target awal sekitar Rp750 juta dari pengadopsi dan donatur, di mana dana yang terkumpul akan disumbangkan dalam bentuk bahan dan peralatan pendukung operasional di 5 lokasi konservasi terpilih," 

Program ini merupakan program terintegrasi selama satu tahun yang diawali dengan acara 'kick off' yang akan berlangsung 12 Februari di lokasi konservasi penyu Ujung Genteng-Sukabumi. 

Selama perjalan ke lokasi tersebut, 100 orang peserta yang merupakan perwakilan dari komunitas Daihatsu dan perwakilan dari penyelenggara program ini, dapat merasakan kenyamanan dan ketangguhan Daihatsu Luxio dan The New Terios. 

Sesampainya di lokasi, mereka akan mendapatkan sosialisasi sekaligus melihat langsung program pelestarian penyu. Harapannya, mereka akan dapat menjadi endorser/agen penggerak kampanye untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam program 'Penyu untuk Indonesia'. (OL-07) 

Penyu Untuk Indonesia Media Indonesia

Program CSR Daihatsu
Rabu, 09 Februari 2011 19:30 WIB
Penyu untuk Indonesia
Penulis : chadie
Penyu untuk Indonesia

MI/CHADIE

MELIHAT nasib satwa penyu yang jumlahnya kian menyusut baik dari populasi maupun jenisnya, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menggelar program bertajuk 'Penyu untuk Indonesia' yang diresmikan pada Rabu (9/2). 

Program yang digelar ADM bekerjasama dengan MetroTV, National Geographic Indonesia, AutoBild Indonesia, MRA Media Group dan Harian Seputar Indonesia ini dilatar belakangi oleh adanya kesamaan visi dalam pelestarian lingkungan yang dimiliki oleh kelima perusahaan tersebut. 

Dalam hal ini, penyu dipilih karena enam dari tujuh jenis penyu yang ada di dunia memiliki habitat di Indonesia, yaitu penyu belimbing (dermochelys coriacea), penyu hijau (chelonia mydas), penyu sisik (eretmochelys imbricata), penyu tempayan (caretta caretta), penyu pipih (natator depressus) dan penyu lekang(lepidochelys olivacea). 

Tragisnya, hewan yang merupakan salah satu jenis reptil peninggalan zaman purbakala itu kian langka populasinya akibat proses seleksi alam, namun yang paling parah disebabkan oleh perilaku manusia. 

Kasubid Konservasi Kawasan, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Rianto Basuki yang hadir dalam acara itu mengatakan, "Penyu tertua yang pernah ditemukan memiliki usia 162 tahun. Meskipun memiliki umur yang panjang, hewan ini memiliki kemungkinan hidup yang sangat minim akibat seleksi alam. Menurut penelitian, dari 1.000 telur yang menetas, hanya 1 yang dapat mencapai dewasa hingga usia 20-50 tahun." 

Sejak dari masih jadi telur, lanjutnya, ancaman sudah menghadang dari para predator seperti tikus, musang dan sebagainya. Ketika telur menetas menjadi tukik dan keluar sarang menuju laut, ancaman lain sudah menanti dari biawak, burung elang dan berbagai predator lain. Begitu pula saat tukik masuk dalam air. 

Keunikan lain dari hewan luar biasa ini ada pada kemampuan migrasi yang sanggup menjelajah hingga mencapai jarak hampir 5.000 km dari tempat ia ditetaskan. Dan yang paling menakjubkan adalah, hewan ini pasti akan kembali ke tempat ia ditetaskan saat musim bertelur antara usia 20-50 tahun untuk meletakkan telur-telur mereka. 

Riyanto Basuki juga menambahkan bahwa alasan lain pentingnya melestarikan penyu adalah untuk menyeimbangkan ekosistem alam. Jika penyu-penyu ini punah, maka terdapat rantai makanan yang terputus dan berdampak secara luas pada ekosistem. 

Dalam upaya melestarikan penyu, program 'Penyu untuk Indonesia' dikemas dalam konsep 'fund raising' berupa penggalangan dana dari para donatur mulai dari para pelanggan dan komunitas maupun masyarakat umum dengan cara adopsi dan donasi. 

Maksudnya para donatur diharapkan untuk 'mengadopsi' boneka penyu yang lucu dengan menyumbang sebesar Rp50 ribu. Seluruh dana yang terkumpul langsung dikumpulkan di rekening Bank BCA cabang Wahid Hasyim bernomor rekening 478-302-2730 atas nama PT Media Nusantara Informasi. 

Dana tersebut kemudian di salurkan ke-5 lokasi konservasi penyu yaitu di Pantai Pangumbahan-Ujung Genteng, Prancak-Bali, Alas Purwo-Banyuwangi Selatan, Way Tembulih-Lampung Barat dan Pulau Berau-Derawan-Kalimnatan Timur. 

Mewakili Daihatsu, Suparno Djasmin mengatakan,"Kami memperkirakan program ini akan mendatangkan dana dengan target awal sekitar Rp750 juta dari pengadopsi dan donatur, di mana dana yang terkumpul akan disumbangkan dalam bentuk bahan dan peralatan pendukung operasional di 5 lokasi konservasi terpilih," 

Program ini merupakan program terintegrasi selama satu tahun yang diawali dengan acara 'kick off' yang akan berlangsung 12 Februari di lokasi konservasi penyu Ujung Genteng-Sukabumi. 

Selama perjalan ke lokasi tersebut, 100 orang peserta yang merupakan perwakilan dari komunitas Daihatsu dan perwakilan dari penyelenggara program ini, dapat merasakan kenyamanan dan ketangguhan Daihatsu Luxio dan The New Terios. 

Sesampainya di lokasi, mereka akan mendapatkan sosialisasi sekaligus melihat langsung program pelestarian penyu. Harapannya, mereka akan dapat menjadi endorser/agen penggerak kampanye untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam program 'Penyu untuk Indonesia'. (OL-07) 

Penyu Untuk Indonesia

Daihatsu Galang Dana "Penyu Untuk Indonesia"

Acara peluncuran Penyu untuk Indonesia di Jakarta, Rabu (9/2). (Dok. ADM)

TEMPO Interaktif, Jakarta - Dalam rangka ikut merestarikan lingkungan, PT. Astra Daihatsu Motor (ADM) meluncurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk "Penyu untuk Indonesia" di Jakarta, Rabu (9/2). Program ini bertujuan mengumpulkan dana untuk mengembangkan konservasi penyu.


Kenapa penyu? "Penyu merupakan hewan khas Indonesia yang hampir punah. Tak banyak yang tahu jika 6 dari 7 jenis penyu di dunia habitatnya berada di Indonesia. Populasi penyu berkurang drastis baik karena proses alam maupun perilaku merusak manusia," kata Suparno Djasmin CEO PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) dalam keterangan persnya.

Program "Penyu untuk Indonesia" ini dikemas dalam konsep 'Fund Raising' berupa pengumpulan dana dari pelanggan masing-masing perusahaan penyelenggara program dan masyarakat umum dengan cara adopsi dan donasi. Seluruh dana sumbangan akan dikumpulkan dalam rekening Bank BCA cabang Wahid Hasyim dengan nomor rekening 4783022730 atas nama PT Media Nusantara Informasi.

Nantinya, dana yang terkumpul akan digunakan untuk mengembangkan tempat-tempat konservasi penyu yang ada di Indonesia. Lima lokasi konservasi terpilih yaitu Pantai Pangumbahan-Ujung Genteng, Prancak-Bali, Alas Purwo Banyuwangi Selatan, Way Tembulih Lampung Barat dan Pulau Berau Derawan di Kalimantan Timur.
 
"Kami memperkirakan program ini akan bisa mendatangkan dana dengan target awal sekitar Rp 750 juta dari pengadopsi dan donatur," tambah Suparno Djasmin.

Program kerjasama Daihatsu, Autobild Indonesia, National Geographic Indonesia, Harian Seputar Indonesia, Metro TV dan MRA Media Group ini dilakukan terintegrasi selama satu tahun. Diawali di konservasi penyu, Ujung Genteng Sukabumi, 12 Februari mendatang.

RAJU FEBRIAN

Penyu Untuk Indonesia

Daihatsu Galang Dana "Penyu Untuk Indonesia"

Acara peluncuran Penyu untuk Indonesia di Jakarta, Rabu (9/2). (Dok. ADM)

TEMPO Interaktif, Jakarta - Dalam rangka ikut merestarikan lingkungan, PT. Astra Daihatsu Motor (ADM) meluncurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk "Penyu untuk Indonesia" di Jakarta, Rabu (9/2). Program ini bertujuan mengumpulkan dana untuk mengembangkan konservasi penyu.


Kenapa penyu? "Penyu merupakan hewan khas Indonesia yang hampir punah. Tak banyak yang tahu jika 6 dari 7 jenis penyu di dunia habitatnya berada di Indonesia. Populasi penyu berkurang drastis baik karena proses alam maupun perilaku merusak manusia," kata Suparno Djasmin CEO PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) dalam keterangan persnya.

Program "Penyu untuk Indonesia" ini dikemas dalam konsep 'Fund Raising' berupa pengumpulan dana dari pelanggan masing-masing perusahaan penyelenggara program dan masyarakat umum dengan cara adopsi dan donasi. Seluruh dana sumbangan akan dikumpulkan dalam rekening Bank BCA cabang Wahid Hasyim dengan nomor rekening 4783022730 atas nama PT Media Nusantara Informasi.

Nantinya, dana yang terkumpul akan digunakan untuk mengembangkan tempat-tempat konservasi penyu yang ada di Indonesia. Lima lokasi konservasi terpilih yaitu Pantai Pangumbahan-Ujung Genteng, Prancak-Bali, Alas Purwo Banyuwangi Selatan, Way Tembulih Lampung Barat dan Pulau Berau Derawan di Kalimantan Timur.
 
"Kami memperkirakan program ini akan bisa mendatangkan dana dengan target awal sekitar Rp 750 juta dari pengadopsi dan donatur," tambah Suparno Djasmin.

Program kerjasama Daihatsu, Autobild Indonesia, National Geographic Indonesia, Harian Seputar Indonesia, Metro TV dan MRA Media Group ini dilakukan terintegrasi selama satu tahun. Diawali di konservasi penyu, Ujung Genteng Sukabumi, 12 Februari mendatang.

RAJU FEBRIAN

Penyu Untuk Indonesia - Headline News


http://www.metrotvnews.com/read/newscatvideo/sosbud/2011/02/10/122204/Metro-TV-untuk-Pelestarian-Penyu
MELIHAT nasib satwa penyu yang jumlahnya kian menyusut baik dari populasi maupun jenisnya, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menggelar program bertajuk 'Penyu untuk Indonesia' yang diresmikan pada Rabu (9/2).

Program yang digelar ADM bekerjasama dengan MetroTV, National Geographic Indonesia, AutoBild Indonesia, MRA Media Group dan Harian Seputar Indonesia ini dilatar belakangi oleh adanya kesamaan visi dalam pelestarian lingkungan yang dimiliki oleh kelima perusahaan tersebut.

Dalam hal ini, penyu dipilih karena enam dari tujuh jenis penyu yang ada di dunia memiliki habitat di Indonesia, yaitu penyu belimbing (dermochelys coriacea), penyu hijau (chelonia mydas), penyu sisik (eretmochelys imbricata), penyu tempayan (caretta caretta), penyu pipih (natator depressus) dan penyu lekang (lepidochelys olivacea).

Tragisnya, hewan yang merupakan salah satu jenis reptil peninggalan zaman purbakala itu kian langka populasinya akibat proses seleksi alam, namun yang paling parah disebabkan oleh perilaku manusia.

Kasubid Konservasi Kawasan, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Rianto Basuki yang hadir dalam acara itu mengatakan, "Penyu tertua yang pernah ditemukan memiliki usia 162 tahun. Meskipun memiliki umur yang panjang, hewan ini memiliki kemungkinan hidup yang sangat minim akibat seleksi alam. Menurut penelitian, dari 1.000 telur yang menetas, hanya 1 yang dapat mencapai dewasa hingga usia 20-50 tahun."

Sejak dari masih jadi telur, lanjutnya, ancaman sudah menghadang dari para predator seperti tikus, musang dan sebagainya. Ketika telur menetas menjadi tukik dan keluar sarang menuju laut, ancaman lain sudah menanti dari biawak, burung elang dan berbagai predator lain. Begitu pula saat tukik masuk dalam air.

Keunikan lain dari hewan luar biasa ini ada pada kemampuan migrasi yang sanggup menjelajah hingga mencapai jarak hampir 5.000 km dari tempat ia ditetaskan. Dan yang paling menakjubkan adalah, hewan ini pasti akan kembali ke tempat ia ditetaskan saat musim bertelur antara usia 20-50 tahun untuk meletakkan telur-telur mereka.

Riyanto Basuki juga menambahkan bahwa alasan lain pentingnya melestarikan penyu adalah untuk menyeimbangkan ekosistem alam. Jika penyu-penyu ini punah, maka terdapat rantai makanan yang terputus dan berdampak secara luas pada ekosistem.

Dalam upaya melestarikan penyu, program 'Penyu untuk Indonesia' dikemas dalam konsep 'fund raising' berupa penggalangan dana dari para donatur mulai dari para pelanggan dan komunitas maupun masyarakat umum dengan cara adopsi dan donasi.

Maksudnya para donatur diharapkan untuk 'mengadopsi' boneka penyu yang lucu dengan menyumbang sebesar Rp50 ribu. Seluruh dana yang terkumpul langsung dikumpulkan di rekening Bank BCA cabang Wahid Hasyim bernomor rekening 478-302-2730 atas nama PT Media Nusantara Informasi.

Dana tersebut kemudian di salurkan ke-5 lokasi konservasi penyu yaitu di Pantai Pangumbahan-Ujung Genteng, Prancak-Bali, Alas Purwo-Banyuwangi Selatan, Way Tembulih-Lampung Barat dan Pulau Berau-Derawan-Kalimnatan Timur.

Mewakili Daihatsu, Suparno Djasmin mengatakan,"Kami memperkirakan program ini akan mendatangkan dana dengan target awal sekitar Rp750 juta dari pengadopsi dan donatur, di mana dana yang terkumpul akan disumbangkan dalam bentuk bahan dan peralatan pendukung operasional di 5 lokasi konservasi terpilih,"

Program ini merupakan program terintegrasi selama satu tahun yang diawali dengan acara 'kick off' yang akan berlangsung 12 Februari di lokasi konservasi penyu Ujung Genteng-Sukabumi.

Selama perjalan ke lokasi tersebut, 100 orang peserta yang merupakan perwakilan dari komunitas Daihatsu dan perwakilan dari penyelenggara program ini, dapat merasakan kenyamanan dan ketangguhan Daihatsu Luxio dan The New Terios.

Sesampainya di lokasi, mereka akan mendapatkan sosialisasi sekaligus melihat langsung program pelestarian penyu. Harapannya, mereka akan dapat menjadi endorser/agen penggerak kampanye untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam program 'Penyu untuk Indonesia'. (OL-07)

Penyu Untuk Indonesia - Headline News


http://www.metrotvnews.com/read/newscatvideo/sosbud/2011/02/10/122204/Metro-TV-untuk-Pelestarian-Penyu
MELIHAT nasib satwa penyu yang jumlahnya kian menyusut baik dari populasi maupun jenisnya, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menggelar program bertajuk 'Penyu untuk Indonesia' yang diresmikan pada Rabu (9/2).

Program yang digelar ADM bekerjasama dengan MetroTV, National Geographic Indonesia, AutoBild Indonesia, MRA Media Group dan Harian Seputar Indonesia ini dilatar belakangi oleh adanya kesamaan visi dalam pelestarian lingkungan yang dimiliki oleh kelima perusahaan tersebut.

Dalam hal ini, penyu dipilih karena enam dari tujuh jenis penyu yang ada di dunia memiliki habitat di Indonesia, yaitu penyu belimbing (dermochelys coriacea), penyu hijau (chelonia mydas), penyu sisik (eretmochelys imbricata), penyu tempayan (caretta caretta), penyu pipih (natator depressus) dan penyu lekang (lepidochelys olivacea).

Tragisnya, hewan yang merupakan salah satu jenis reptil peninggalan zaman purbakala itu kian langka populasinya akibat proses seleksi alam, namun yang paling parah disebabkan oleh perilaku manusia.

Kasubid Konservasi Kawasan, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Rianto Basuki yang hadir dalam acara itu mengatakan, "Penyu tertua yang pernah ditemukan memiliki usia 162 tahun. Meskipun memiliki umur yang panjang, hewan ini memiliki kemungkinan hidup yang sangat minim akibat seleksi alam. Menurut penelitian, dari 1.000 telur yang menetas, hanya 1 yang dapat mencapai dewasa hingga usia 20-50 tahun."

Sejak dari masih jadi telur, lanjutnya, ancaman sudah menghadang dari para predator seperti tikus, musang dan sebagainya. Ketika telur menetas menjadi tukik dan keluar sarang menuju laut, ancaman lain sudah menanti dari biawak, burung elang dan berbagai predator lain. Begitu pula saat tukik masuk dalam air.

Keunikan lain dari hewan luar biasa ini ada pada kemampuan migrasi yang sanggup menjelajah hingga mencapai jarak hampir 5.000 km dari tempat ia ditetaskan. Dan yang paling menakjubkan adalah, hewan ini pasti akan kembali ke tempat ia ditetaskan saat musim bertelur antara usia 20-50 tahun untuk meletakkan telur-telur mereka.

Riyanto Basuki juga menambahkan bahwa alasan lain pentingnya melestarikan penyu adalah untuk menyeimbangkan ekosistem alam. Jika penyu-penyu ini punah, maka terdapat rantai makanan yang terputus dan berdampak secara luas pada ekosistem.

Dalam upaya melestarikan penyu, program 'Penyu untuk Indonesia' dikemas dalam konsep 'fund raising' berupa penggalangan dana dari para donatur mulai dari para pelanggan dan komunitas maupun masyarakat umum dengan cara adopsi dan donasi.

Maksudnya para donatur diharapkan untuk 'mengadopsi' boneka penyu yang lucu dengan menyumbang sebesar Rp50 ribu. Seluruh dana yang terkumpul langsung dikumpulkan di rekening Bank BCA cabang Wahid Hasyim bernomor rekening 478-302-2730 atas nama PT Media Nusantara Informasi.

Dana tersebut kemudian di salurkan ke-5 lokasi konservasi penyu yaitu di Pantai Pangumbahan-Ujung Genteng, Prancak-Bali, Alas Purwo-Banyuwangi Selatan, Way Tembulih-Lampung Barat dan Pulau Berau-Derawan-Kalimnatan Timur.

Mewakili Daihatsu, Suparno Djasmin mengatakan,"Kami memperkirakan program ini akan mendatangkan dana dengan target awal sekitar Rp750 juta dari pengadopsi dan donatur, di mana dana yang terkumpul akan disumbangkan dalam bentuk bahan dan peralatan pendukung operasional di 5 lokasi konservasi terpilih,"

Program ini merupakan program terintegrasi selama satu tahun yang diawali dengan acara 'kick off' yang akan berlangsung 12 Februari di lokasi konservasi penyu Ujung Genteng-Sukabumi.

Selama perjalan ke lokasi tersebut, 100 orang peserta yang merupakan perwakilan dari komunitas Daihatsu dan perwakilan dari penyelenggara program ini, dapat merasakan kenyamanan dan ketangguhan Daihatsu Luxio dan The New Terios.

Sesampainya di lokasi, mereka akan mendapatkan sosialisasi sekaligus melihat langsung program pelestarian penyu. Harapannya, mereka akan dapat menjadi endorser/agen penggerak kampanye untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam program 'Penyu untuk Indonesia'. (OL-07)

Jumat, 17 Desember 2010

Berkunjung ke Pusat Peneluran Penyu PANGUMBAHAN

sumber: http://tourismindonesiaonline.com/berkunjung-ke-pusat-peneluran-penyu-pangumbahan/

December 9th, 2010 | 6:58 pm | author : TIO



Pantai Pangumbahan di kawasan Ujung Genteng, Sukabumi, Jawa Barat, sudah lama menjadi tempat peneluran Penyu Hijau (Chelonia mydas) dan Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea). Secara alami hewan-hewan langka ini memilih tempat ini karena pasirnya yang lembut dan bersih dari karang-karang. Walaupun begitu tempat ini penuh dengan ancaman berbagai predator, baik biawak, burung, bahkan manusia.

Pangumbahan sendiri diambil dari kata Kumbah, artinya memandikan. Jaman dulu telur-telur yang menetas diambil dan dimandikan terlebih dahulu sebelum diternakkan atau dikonsumsi. Maka dari itu kawasan sekitar pantai ini disebut kawan pesisir Pangumbahan.

Di pusat peneluran Penyu Pangumbahan ini, setiap malam, banyak tamu datang berkunjung. Dalam sebulan, sebanyak 1000-1500 orang datang untuk melihat mahluk unik ini. Dengan luas 2.500m2 kawasan ini terdiri dari 6 pos yang berjarak setiap 400 meter dan dikelilingi tembok setinggi 3 meter sepanjang 3 kilometer untuk menutup area peneloran ke arah darat.

Berdasarkan keterangan Pak Cecep Penyu, begitu panggilan akrab pemandu berumur 55 tahun ini, baru 12 karyawan dan 3 pengawas yang resmi pegawai DKP. Sisanya pemandu sebagai pekerja lepas mendapat pemasukan dari para pengunjung yang datang.

Untuk pengunjung, pos 1 dan 2 saja yang diijinkan untuk dikunjungi. Dengan membayar Rp 5.000 pengunjung dapat melihat 2 atraksi yaitu pelepasan Penyu dan melihat Penyu bertelur.   Setiap sore pukul 17.30, tukik-tukik yang baru menetas dilepas oleh petugas  bersama para pengunjung. Malamnya pukul 21.00 pengunjung yang datang beramai-ramai melihat proses peneluran Punyu secara alami, juga bersama dengan para petugas. Awalnya pengunjung berkumpul terlebih dahulu di ruangan yang telah disediakan sebelum dipersilahkan oleh para petugas untuk melihat proses peneluran.  Kemudian setelah Penyu telah mulai bertelur, para pengunjung berangkat dipandu petugas.

Di tengah kegelapan pantai, puluhan orang menyusuri pantai sambil menyalakan senter menuju tempat sang Penyu bertelur. Beberapa larangan seperti tidak boleh mengarahkan sinar senter ke arah pantai dan mengarahkan sinar senter ke sisi depan atau kepala Penyu berkali-kali diingatkan petugas.  Tampak seekor Penyu di sebuah cekungan pasir sedang menelurkan telur-telurnya ke arah lobang yang sudah ia buat. Selama 15-20 menit, 100 telor dihasilkan. Selanjutnya telur-telur tersebut diambil oleh petugas untuk di tempat di lubang-lubang penetasan yang lebih aman. Dengan rata-rata kedalaman lubang 70cm, selama 40-60 hari telor tersebut akan  menetaskan dan dilepas ke laut. Lamanya pengeraman oleh kehangatan pasir tergantung oleh cuaca. Jika cuaca cerah akan semakin cepat penetasannya, jika banyak mendung atau hujan akan lebih lama.

Antusias para pengunjung tampaknya agak kurang diimbangi dengan kesadaran pengunjung sendiri untuk menaati peraturan yang disampaikan para petugas. Kadang banyak pengunjung mengarahkan sinar senternya ke sisi kepala Penyu. Apalagi para pengunjung ingin berfoto dengan hewan langka ini. Hasilnya situasi riuh mewarnai proses peneluran yang seharusnya tenang.

Mungkin dengan fasilitas yang ada seperti Aula, kantor, penginapan dan rumah karyawan, pelayanan untuk pengunjung bisa dimaksimalkan. Pengunjung dapat diberikan briefing sejenak sambil menungggu kesiapan sang Penyu. Bisa dengan diberi wawasan dan pengetahuan  baik berupa cerita atau pemutaran video seputar Penyu, sehingga pengunjung yang datang melihat  tidak saling berebut foto dan bertanya-tanya kepada petugas, bahkan jika perlu diberlakukan quota atau jumlah pengunjung yang melihat aktifitas Penyu,  agar kenyamanan dan keamanan, baik untuk pengunjung dan Penyu itu sendiri  tetap terjaga.

Namun secara umum dengan diambil alih oleh pemerintah dalam hal pengelolaannya,  Penyu-Penyu yang bertelur di sini semakin terjaga baik jumlahnya. “ Penduduk di sini semakin banyak yang sadar akan kelestarian Penyu dan ikut menjaga.., “ cerita Pak Cecep. Tentunya jika dimaksimalkan fasilitas dan rangkaian paket perjalanan pengunjung  dikemas lebih baik lagi, bukan tak mungkin nantinya Pangumbahan tidak hanya menjadi destinasi wisata wisawatan Nusantara tetapi juga Mancanegara.

Berkunjung ke Pusat Peneluran Penyu PANGUMBAHAN

sumber: http://tourismindonesiaonline.com/berkunjung-ke-pusat-peneluran-penyu-pangumbahan/

December 9th, 2010 | 6:58 pm | author : TIO



Pantai Pangumbahan di kawasan Ujung Genteng, Sukabumi, Jawa Barat, sudah lama menjadi tempat peneluran Penyu Hijau (Chelonia mydas) dan Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea). Secara alami hewan-hewan langka ini memilih tempat ini karena pasirnya yang lembut dan bersih dari karang-karang. Walaupun begitu tempat ini penuh dengan ancaman berbagai predator, baik biawak, burung, bahkan manusia.

Pangumbahan sendiri diambil dari kata Kumbah, artinya memandikan. Jaman dulu telur-telur yang menetas diambil dan dimandikan terlebih dahulu sebelum diternakkan atau dikonsumsi. Maka dari itu kawasan sekitar pantai ini disebut kawan pesisir Pangumbahan.

Di pusat peneluran Penyu Pangumbahan ini, setiap malam, banyak tamu datang berkunjung. Dalam sebulan, sebanyak 1000-1500 orang datang untuk melihat mahluk unik ini. Dengan luas 2.500m2 kawasan ini terdiri dari 6 pos yang berjarak setiap 400 meter dan dikelilingi tembok setinggi 3 meter sepanjang 3 kilometer untuk menutup area peneloran ke arah darat.

Berdasarkan keterangan Pak Cecep Penyu, begitu panggilan akrab pemandu berumur 55 tahun ini, baru 12 karyawan dan 3 pengawas yang resmi pegawai DKP. Sisanya pemandu sebagai pekerja lepas mendapat pemasukan dari para pengunjung yang datang.

Untuk pengunjung, pos 1 dan 2 saja yang diijinkan untuk dikunjungi. Dengan membayar Rp 5.000 pengunjung dapat melihat 2 atraksi yaitu pelepasan Penyu dan melihat Penyu bertelur.   Setiap sore pukul 17.30, tukik-tukik yang baru menetas dilepas oleh petugas  bersama para pengunjung. Malamnya pukul 21.00 pengunjung yang datang beramai-ramai melihat proses peneluran Punyu secara alami, juga bersama dengan para petugas. Awalnya pengunjung berkumpul terlebih dahulu di ruangan yang telah disediakan sebelum dipersilahkan oleh para petugas untuk melihat proses peneluran.  Kemudian setelah Penyu telah mulai bertelur, para pengunjung berangkat dipandu petugas.

Di tengah kegelapan pantai, puluhan orang menyusuri pantai sambil menyalakan senter menuju tempat sang Penyu bertelur. Beberapa larangan seperti tidak boleh mengarahkan sinar senter ke arah pantai dan mengarahkan sinar senter ke sisi depan atau kepala Penyu berkali-kali diingatkan petugas.  Tampak seekor Penyu di sebuah cekungan pasir sedang menelurkan telur-telurnya ke arah lobang yang sudah ia buat. Selama 15-20 menit, 100 telor dihasilkan. Selanjutnya telur-telur tersebut diambil oleh petugas untuk di tempat di lubang-lubang penetasan yang lebih aman. Dengan rata-rata kedalaman lubang 70cm, selama 40-60 hari telor tersebut akan  menetaskan dan dilepas ke laut. Lamanya pengeraman oleh kehangatan pasir tergantung oleh cuaca. Jika cuaca cerah akan semakin cepat penetasannya, jika banyak mendung atau hujan akan lebih lama.

Antusias para pengunjung tampaknya agak kurang diimbangi dengan kesadaran pengunjung sendiri untuk menaati peraturan yang disampaikan para petugas. Kadang banyak pengunjung mengarahkan sinar senternya ke sisi kepala Penyu. Apalagi para pengunjung ingin berfoto dengan hewan langka ini. Hasilnya situasi riuh mewarnai proses peneluran yang seharusnya tenang.

Mungkin dengan fasilitas yang ada seperti Aula, kantor, penginapan dan rumah karyawan, pelayanan untuk pengunjung bisa dimaksimalkan. Pengunjung dapat diberikan briefing sejenak sambil menungggu kesiapan sang Penyu. Bisa dengan diberi wawasan dan pengetahuan  baik berupa cerita atau pemutaran video seputar Penyu, sehingga pengunjung yang datang melihat  tidak saling berebut foto dan bertanya-tanya kepada petugas, bahkan jika perlu diberlakukan quota atau jumlah pengunjung yang melihat aktifitas Penyu,  agar kenyamanan dan keamanan, baik untuk pengunjung dan Penyu itu sendiri  tetap terjaga.

Namun secara umum dengan diambil alih oleh pemerintah dalam hal pengelolaannya,  Penyu-Penyu yang bertelur di sini semakin terjaga baik jumlahnya. “ Penduduk di sini semakin banyak yang sadar akan kelestarian Penyu dan ikut menjaga.., “ cerita Pak Cecep. Tentunya jika dimaksimalkan fasilitas dan rangkaian paket perjalanan pengunjung  dikemas lebih baik lagi, bukan tak mungkin nantinya Pangumbahan tidak hanya menjadi destinasi wisata wisawatan Nusantara tetapi juga Mancanegara.