Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Desember 2009

Penentuan Kriteria Kelimpahan Ikan Terumbu Karang

Penentuan Kriteria Kelimpahan Ikan Terumbu Karang.
30 Nopember 2009

http://coremap.or.id/berita/article.php?id=683

Didalam program COREMAP phase II ada semboyan “Terumbu Karang Sehat Ikan Berlimpah”.Untuk menjawab pertanyaan apakah semboyan itu dapat terealisasi, didalam program COREMAP II dilaksanakan program pemantauan kesehatan terumbu karang. Program ini bertujuan mengetahui perubahan yang terjadi terhadap kesehatan terumbu karang  dengan memperhatikan perubahan yang terjadi terhadap persen tutupan karang batu hidup(LC) dan kelimpahan ikan di terumbu karang setelah dilaksanakannya program COREMAP.

Kriteria penilaian kesehatan terumbu karang berdasarkan persen tutupan karang batu hidup dari P2O-LIPI sudah ada; kondisi  terumbu karang dikategorikan sebagai ”Rusak Berat” apabila persen tutupan karang batu hidup antara  0 -25%, ”Rusak Sedang” antara 26-49%, ”Baik” antara 50-69% dan  ”Sangat Baik” antara 70-100%.

Kriteria penilaian untuk kelimpahan ikan di terumbu karang sampai sekarang belum ditentukan, oleh karena itu kami mencoba merumuskan ”Kriteria Kelimpahan Ikan Terumbu Karang” sebagai berikut:

Kelompok Ikan Target Sebagai Dasar Penentuan Kriteria Kelimpahan Ikan Terumbu Karang.

  1. Kelompok ikan yang kita gunakan untuk menentukan Kriteria Kelimpahan Ikan di terumbu karang adalah kelompok Ikan Target, karena kelompok ikan ini selalu dijumpai di terumbu karang dan menjadi target tangkapan nelayan. 
  2. Kelompok Ikan Target disini adalah kelompok ikan dari Family Serranidae, Family Lutjanidae,Family Haemulidae, Family Lethrinidae dan Family Scaridae yang  berukuran panjang 20 cm atau lebih.
  3. Data yang digunakan untuk menentukan kriteria kelimpahan ikan terumbu karang adalah hasil census Ikan Target yang dikumpulkan oleh tim CRITC-LIPI di daerah COREMAP-ADB dan COREMAP WB dari tagu 2004-2008. data Ikan Target diperoleh dengan metode Underwater Fish Visual Census (English et al.1994)(dari 231 Line Intercept Transect (LIT) di daerah COREMAP- ADB dan COREMAP –WB, dan dari 247 Point Intercept Transect  (PIT)  dari Daerah Perlindungan Laut (DPL)- COREMAP- WB.
  4. Panjang transek yang disensus dengan metode LIT - 70 m ( luas= 350m2), dan panjang transek yang disensus dengan metode PIT - 25m ( luas =125m2).
    Transek kedua metode diletakkan pada lereng terumbu // pantai / tubir  pada kedalaman 3-5 m, sehingga observer tidak perlu menggunakan alat selam scuba.

HASIL

Dari data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa:

  1. Sensus Ikan Target dengan metode LIT panjang 70 m, dari 153 transek COREMAP- ADB, 25 transek diantaranya (2 transek di Kabupaten Lingga, 1 transek di Kabupaten Mentawai, 7 transek di Kabupaten Natuna dan 1 transek di Kabupaten Nias, 8 transek di kabupaten Natuna, 6 transek di kabupaten Nias Selatan ), masing-masing menghasilkan jumlah individu Ikan Target < 70 ekor.
  2. Sensus Ikan Target dengan metode LIT panjang 70 m, dari 78 transek COREMAP- WB, 7 transek diantaranya (3 transek dari Kabupaten Raja Ampat, 2 transek dari Kabupatenn Selayar dan 2 transek di Kabupaten Sikka), masing-masing menghasilkan jumlah individu Ikan Target < 70 ekor.
  3. Sensus Ikan target dengan metode PIT panjang 25 m, dari 247 transek di DPL  COREMAP-WB, 4 transek diantaranya (1 transek di Kabupaten Pangkep dan 3 transek di Kabupaten Sikka), masing-masing menghasilkan jumlah individu Ikan Target <25 ekor.

KESIMPULAN

Dari kedua metode (LIT ) yang berukuran panjang 70 m dan PIT yang berukuran panjang 25 m, ditemukan adanya beberapa transek yang menghasilkan jumlah individu Ikan Target  < 1 ekor / 5m2. Jumlah individu Ikan Target < 1 ekor / 5m2 ini, kami tetapkan  sebagai kategori kelimpahan ikan terumbu karang ”Sedikit”, dan jumlah individu Ikan Target  > 1 ekor / 5m2,  kami  bagi menjadi dua yaitu kategori kelimpahan ikan terumbu karang  ” Banyak” dan ”Melimpah”. 

  1. Dengan metode LIT panjang transek 70 m, Kriteria kelimpahan Ikan Terumbu Karang dikategorikan :”Sedikit” apabila  jumlah individu Ikan Target sepanjang transek <70 ekor, ”Banyak” apabila jumlah individu Ikan Target sepanjang transek antara   70-140 ekor, dan”Melimpah” apabila jumlah individu Ikan Target sepanjang transek  > 140 ekor.
  2. Dengan metode PIT panjang transek 25 m, Kriteria Kelimpahan Ikan Terumbu Karang dikategorikan :” Sedikit”apabila jumlah individu  Ikan Target sepanjang transek < 25 ekor, ” Banyak”apabila jumlah individu Ikan Target sepanjang transek antara 25- 50 ekor, dan ”Melimpah” apabila jumlah individu Ikan Target sepanjang transek  > 50 ekor.

Dengan adanya kriteria kelimpahan ikan di terumbu karang ini, diharapkan kita dapat menyawab pertanyaan; apakah kalau terumbu karang ”Baik” Ikannya juga ”Banyak”, kalau terumbu karangnya ”Sangat Baik” Ikannya juga Berlimpah., atau sebaliknya.  

REFERENCE

  • English, S. C. Wilkinson and V.Baker ( edd) 1994. Survey Manual For Tropical marine Resources
  • ASEAN- Australia marine Scienve Project. Living Coastal Resources. 
  • Harding,S,C.Lowery and S.Oakley 2000.
  • Comparison between complex and simple reef survey techniques usingvolunteers;is the effort justified
  • Proc.9th coral reef Symp,Bali,Indonesia 23-27 Oct 2000,Vol.2:883-889.

Source : Soekarno - CRITC COREMAP LIPI

Penentuan Kriteria Kelimpahan Ikan Terumbu Karang

Penentuan Kriteria Kelimpahan Ikan Terumbu Karang.
30 Nopember 2009

http://coremap.or.id/berita/article.php?id=683

Didalam program COREMAP phase II ada semboyan “Terumbu Karang Sehat Ikan Berlimpah”.Untuk menjawab pertanyaan apakah semboyan itu dapat terealisasi, didalam program COREMAP II dilaksanakan program pemantauan kesehatan terumbu karang. Program ini bertujuan mengetahui perubahan yang terjadi terhadap kesehatan terumbu karang  dengan memperhatikan perubahan yang terjadi terhadap persen tutupan karang batu hidup(LC) dan kelimpahan ikan di terumbu karang setelah dilaksanakannya program COREMAP.

Kriteria penilaian kesehatan terumbu karang berdasarkan persen tutupan karang batu hidup dari P2O-LIPI sudah ada; kondisi  terumbu karang dikategorikan sebagai ”Rusak Berat” apabila persen tutupan karang batu hidup antara  0 -25%, ”Rusak Sedang” antara 26-49%, ”Baik” antara 50-69% dan  ”Sangat Baik” antara 70-100%.

Kriteria penilaian untuk kelimpahan ikan di terumbu karang sampai sekarang belum ditentukan, oleh karena itu kami mencoba merumuskan ”Kriteria Kelimpahan Ikan Terumbu Karang” sebagai berikut:

Kelompok Ikan Target Sebagai Dasar Penentuan Kriteria Kelimpahan Ikan Terumbu Karang.

  1. Kelompok ikan yang kita gunakan untuk menentukan Kriteria Kelimpahan Ikan di terumbu karang adalah kelompok Ikan Target, karena kelompok ikan ini selalu dijumpai di terumbu karang dan menjadi target tangkapan nelayan. 
  2. Kelompok Ikan Target disini adalah kelompok ikan dari Family Serranidae, Family Lutjanidae,Family Haemulidae, Family Lethrinidae dan Family Scaridae yang  berukuran panjang 20 cm atau lebih.
  3. Data yang digunakan untuk menentukan kriteria kelimpahan ikan terumbu karang adalah hasil census Ikan Target yang dikumpulkan oleh tim CRITC-LIPI di daerah COREMAP-ADB dan COREMAP WB dari tagu 2004-2008. data Ikan Target diperoleh dengan metode Underwater Fish Visual Census (English et al.1994)(dari 231 Line Intercept Transect (LIT) di daerah COREMAP- ADB dan COREMAP –WB, dan dari 247 Point Intercept Transect  (PIT)  dari Daerah Perlindungan Laut (DPL)- COREMAP- WB.
  4. Panjang transek yang disensus dengan metode LIT - 70 m ( luas= 350m2), dan panjang transek yang disensus dengan metode PIT - 25m ( luas =125m2).
    Transek kedua metode diletakkan pada lereng terumbu // pantai / tubir  pada kedalaman 3-5 m, sehingga observer tidak perlu menggunakan alat selam scuba.

HASIL

Dari data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa:

  1. Sensus Ikan Target dengan metode LIT panjang 70 m, dari 153 transek COREMAP- ADB, 25 transek diantaranya (2 transek di Kabupaten Lingga, 1 transek di Kabupaten Mentawai, 7 transek di Kabupaten Natuna dan 1 transek di Kabupaten Nias, 8 transek di kabupaten Natuna, 6 transek di kabupaten Nias Selatan ), masing-masing menghasilkan jumlah individu Ikan Target < 70 ekor.
  2. Sensus Ikan Target dengan metode LIT panjang 70 m, dari 78 transek COREMAP- WB, 7 transek diantaranya (3 transek dari Kabupaten Raja Ampat, 2 transek dari Kabupatenn Selayar dan 2 transek di Kabupaten Sikka), masing-masing menghasilkan jumlah individu Ikan Target < 70 ekor.
  3. Sensus Ikan target dengan metode PIT panjang 25 m, dari 247 transek di DPL  COREMAP-WB, 4 transek diantaranya (1 transek di Kabupaten Pangkep dan 3 transek di Kabupaten Sikka), masing-masing menghasilkan jumlah individu Ikan Target <25 ekor.

KESIMPULAN

Dari kedua metode (LIT ) yang berukuran panjang 70 m dan PIT yang berukuran panjang 25 m, ditemukan adanya beberapa transek yang menghasilkan jumlah individu Ikan Target  < 1 ekor / 5m2. Jumlah individu Ikan Target < 1 ekor / 5m2 ini, kami tetapkan  sebagai kategori kelimpahan ikan terumbu karang ”Sedikit”, dan jumlah individu Ikan Target  > 1 ekor / 5m2,  kami  bagi menjadi dua yaitu kategori kelimpahan ikan terumbu karang  ” Banyak” dan ”Melimpah”. 

  1. Dengan metode LIT panjang transek 70 m, Kriteria kelimpahan Ikan Terumbu Karang dikategorikan :”Sedikit” apabila  jumlah individu Ikan Target sepanjang transek <70 ekor, ”Banyak” apabila jumlah individu Ikan Target sepanjang transek antara   70-140 ekor, dan”Melimpah” apabila jumlah individu Ikan Target sepanjang transek  > 140 ekor.
  2. Dengan metode PIT panjang transek 25 m, Kriteria Kelimpahan Ikan Terumbu Karang dikategorikan :” Sedikit”apabila jumlah individu  Ikan Target sepanjang transek < 25 ekor, ” Banyak”apabila jumlah individu Ikan Target sepanjang transek antara 25- 50 ekor, dan ”Melimpah” apabila jumlah individu Ikan Target sepanjang transek  > 50 ekor.

Dengan adanya kriteria kelimpahan ikan di terumbu karang ini, diharapkan kita dapat menyawab pertanyaan; apakah kalau terumbu karang ”Baik” Ikannya juga ”Banyak”, kalau terumbu karangnya ”Sangat Baik” Ikannya juga Berlimpah., atau sebaliknya.  

REFERENCE

  • English, S. C. Wilkinson and V.Baker ( edd) 1994. Survey Manual For Tropical marine Resources
  • ASEAN- Australia marine Scienve Project. Living Coastal Resources. 
  • Harding,S,C.Lowery and S.Oakley 2000.
  • Comparison between complex and simple reef survey techniques usingvolunteers;is the effort justified
  • Proc.9th coral reef Symp,Bali,Indonesia 23-27 Oct 2000,Vol.2:883-889.

Source : Soekarno - CRITC COREMAP LIPI

Rabu, 29 Oktober 2008

ANGIN DUDUK

sumber: mail from danu 20 okt 08
 
Kemarin ada seorang tetangga yang meninggal di usia yang ke-31 dengan status single. Menurut dokter-dokter yang turut melayat,kemungkinan penyebabnya adalah angin duduk, karena pagi harinya dia masih masuk kantor, walaupun pada saat jam istirahat dia pulang karena kepalanya pusing. Kebetulan ybs tidur sekamar dengan kakak perempuannya,dan  sempat terbangun karena adiknya menanyakan minyak kayu putih sekitar setengah 12 malam, lalu paginya waktu dibangunkan pagi hari untuk berangkat ke kantor, ternyata sang adik sudah meninggal dengan posisi tidur dengan wajah sedikit menahan rasa sakit, dan kebiruan sekitar leher.

Atas dasar itulah saya informasikan sedikit mengenai angin duduk atau nama kerennya Sindrom Jantung Koroner Akut. Angin Duduk sama dengan Sindrom Jantung Koroner Akut Hanya dalam 15 menit sampai 30 menit, orang yang terserang angin duduk bisa meninggal.Padahal, penderita, sebelumnya terlihat sehat-sehat saja. Dunia kedokteran selama dua tahun terakhir berhasil mengidentifikasi istilah baru penyakit jantung yang akrab di sebut angin duduk. Ternyata, penyakit ini tak sekedar masuk angin berat, tetapi identik dengan Sindrom Serangan Jantung Koroner Akut (SSJKA).

Teridentifikasinya istilah ini, menurut Guru Besar Bidang Ilmu Penyakit Dalam FKUI, Prof DR dr Teguh Santoso.SpPD, di Jakarta, pekan lalu. Menandai sebuah koreksi besar terhadap mitos yang berkembang di masyarakat selama ini. Bahwa masuk angin hebat itu adalah penyakit yang berbahaya, bahkan bisa menimbulkan kematian hanya dalam waktu 15 hingga 30 menit sejak serangan pertama.

Jadi kata Teguh lagi, jika Anda tiba-tiba merasa nyeri dada, sebaiknya tidak melakukan aktivitas fisik apapun termasuk berhubungan seks. Segeralah pergi ke rumah sakit yang menyediakan fasilitas penanganan Gawat darurat jantung. Ingat!. Tidak boleh lebih dari 15 menit setelah serangan nyeri pertama. Sindrom serangan jantung koroner akut merupakan penemuan terbaru akhir banyak disikapi masyarakat dengan tindakan yang salah. Misalnya, penderita dikerok, diberi minuman air panas, atau diberi ramu-ramuan untuk mengeluarkan angin. Padahal, penderita bisa meninggal mendadak tanpa ada tanda-tanda sakit.

Gejalanya:
Muncul keluhan nyeri ditengah dada, seperti:
  • Rasa ditekan
  • Rasa diremas-remas, menjalar ke leher, lengan kiri dan kanan, serta ulu hati.
  • Rasa terbakar dengan sesak napas dan keringat dingin.
  • Keluhan nyeri ini bisa merambat ke kedua rahang gigi kanan atau kiri, bahu,serta punggung. Lebih spesifik, ada juga yang disertai kembung pada ulu hati seperti masuk angin atau maag. Sumber masalah sesungguhnya hanya terletak pada penyempitan pembuluh darah jantung (vasokonstriksi) .
Penyempitan ini diakibatkan oleh empat hal :
  • Pertama, adanya timbunan-lemak (aterosklerosis) dalam pembuluh darah akibat konsumsi kolesterol tinggi.
  • Kedua, sumbatan (trombosis) oleh sel beku darah (trombus).
  • Ketiga, Vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah akibat kejang yang terus menerus.
  • Keempat, infeksi pada pembuluh darah.
Penyempitan itu, lanjutnya lagi, mengakibatkan berkurangnya oksigen yang masuk ke dalam jantung. Ketidak-seimbangan pasokan dengan kebutuhan oksigen pada tubuh mengakibatkan nyeri dada yang dalam istilah medisnya disebut angina.Namun kata Teguh, hendaknya dibedakan antara keluhan nyeri pada sindrom serangan jantung koroner akut (SSJKA)dengan serangan jantung koroner (SJK) (infark miokard). Pada SJK, angina terjadi akibat sumbatan total pembuluh darah jantung karena aktivitas fisik yang berlebihan. Sementara pada SSJKA angina terjadi akibat sumbatan tidak total yang dirasakan saat istirahat.

"SSJKA ini memang mendadak.Bukan karena capek, masuk angin, atau penyakit-penyakit lainnya. Biasanya penderita akan meninggal paling lama lima belas menit setelah keluhan rasa nyeri pertama kali dirasakan".Kata Teguh.

Masyarakat diminta waspada terhadap keluhan angina ini. Soalnya penderita sebelum terserang akan tampak sehat-sehat. Solusi satu-satunya hanyalah melonggarkan sumbatan yang terjadi, yaitu dengan memberikan obat anti platelet (sel pembeku darah) dan anti koagulan. Atau, obat untuk mengantisipasi ketidak-seimbangan supply oksigen dan kebutuhan oksigen. Misalnya nitrat, betabloker, dan kalsium antagonis.
Di tempat terpisah, ahli jantung RS Jantung Harapan Kita dr. Santoso Karo-Karo MPH, SpJp mengungkapkan kondisi rumah sakit di Indonesia tidak terlalu bisa diharapkan untuk pengobatan SSJKA. Rumah sakit terkesan lambat menangani pasien.Untuk itu ia menyarankan agar penderita yang sudah tahu bahwa dirinya memiliki gangguan jantung sebaiknya membawa tablet antiplatelet ke manapun ia pergi. Obat antiplatelet yang paling murah dan gampang di cari adalah aspirin. Obat ini selain bermanfaat sebagai pertolongan pertama mengatasi nyeri dan melonggarkan kembali pembuluh darah yang tersumbat oleh thrombosit atau platelet (sel pembeku darah).

ANGIN DUDUK

sumber: mail from danu 20 okt 08
 
Kemarin ada seorang tetangga yang meninggal di usia yang ke-31 dengan status single. Menurut dokter-dokter yang turut melayat,kemungkinan penyebabnya adalah angin duduk, karena pagi harinya dia masih masuk kantor, walaupun pada saat jam istirahat dia pulang karena kepalanya pusing. Kebetulan ybs tidur sekamar dengan kakak perempuannya,dan  sempat terbangun karena adiknya menanyakan minyak kayu putih sekitar setengah 12 malam, lalu paginya waktu dibangunkan pagi hari untuk berangkat ke kantor, ternyata sang adik sudah meninggal dengan posisi tidur dengan wajah sedikit menahan rasa sakit, dan kebiruan sekitar leher.

Atas dasar itulah saya informasikan sedikit mengenai angin duduk atau nama kerennya Sindrom Jantung Koroner Akut. Angin Duduk sama dengan Sindrom Jantung Koroner Akut Hanya dalam 15 menit sampai 30 menit, orang yang terserang angin duduk bisa meninggal.Padahal, penderita, sebelumnya terlihat sehat-sehat saja. Dunia kedokteran selama dua tahun terakhir berhasil mengidentifikasi istilah baru penyakit jantung yang akrab di sebut angin duduk. Ternyata, penyakit ini tak sekedar masuk angin berat, tetapi identik dengan Sindrom Serangan Jantung Koroner Akut (SSJKA).

Teridentifikasinya istilah ini, menurut Guru Besar Bidang Ilmu Penyakit Dalam FKUI, Prof DR dr Teguh Santoso.SpPD, di Jakarta, pekan lalu. Menandai sebuah koreksi besar terhadap mitos yang berkembang di masyarakat selama ini. Bahwa masuk angin hebat itu adalah penyakit yang berbahaya, bahkan bisa menimbulkan kematian hanya dalam waktu 15 hingga 30 menit sejak serangan pertama.

Jadi kata Teguh lagi, jika Anda tiba-tiba merasa nyeri dada, sebaiknya tidak melakukan aktivitas fisik apapun termasuk berhubungan seks. Segeralah pergi ke rumah sakit yang menyediakan fasilitas penanganan Gawat darurat jantung. Ingat!. Tidak boleh lebih dari 15 menit setelah serangan nyeri pertama. Sindrom serangan jantung koroner akut merupakan penemuan terbaru akhir banyak disikapi masyarakat dengan tindakan yang salah. Misalnya, penderita dikerok, diberi minuman air panas, atau diberi ramu-ramuan untuk mengeluarkan angin. Padahal, penderita bisa meninggal mendadak tanpa ada tanda-tanda sakit.

Gejalanya:
Muncul keluhan nyeri ditengah dada, seperti:
  • Rasa ditekan
  • Rasa diremas-remas, menjalar ke leher, lengan kiri dan kanan, serta ulu hati.
  • Rasa terbakar dengan sesak napas dan keringat dingin.
  • Keluhan nyeri ini bisa merambat ke kedua rahang gigi kanan atau kiri, bahu,serta punggung. Lebih spesifik, ada juga yang disertai kembung pada ulu hati seperti masuk angin atau maag. Sumber masalah sesungguhnya hanya terletak pada penyempitan pembuluh darah jantung (vasokonstriksi) .
Penyempitan ini diakibatkan oleh empat hal :
  • Pertama, adanya timbunan-lemak (aterosklerosis) dalam pembuluh darah akibat konsumsi kolesterol tinggi.
  • Kedua, sumbatan (trombosis) oleh sel beku darah (trombus).
  • Ketiga, Vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah akibat kejang yang terus menerus.
  • Keempat, infeksi pada pembuluh darah.
Penyempitan itu, lanjutnya lagi, mengakibatkan berkurangnya oksigen yang masuk ke dalam jantung. Ketidak-seimbangan pasokan dengan kebutuhan oksigen pada tubuh mengakibatkan nyeri dada yang dalam istilah medisnya disebut angina.Namun kata Teguh, hendaknya dibedakan antara keluhan nyeri pada sindrom serangan jantung koroner akut (SSJKA)dengan serangan jantung koroner (SJK) (infark miokard). Pada SJK, angina terjadi akibat sumbatan total pembuluh darah jantung karena aktivitas fisik yang berlebihan. Sementara pada SSJKA angina terjadi akibat sumbatan tidak total yang dirasakan saat istirahat.

"SSJKA ini memang mendadak.Bukan karena capek, masuk angin, atau penyakit-penyakit lainnya. Biasanya penderita akan meninggal paling lama lima belas menit setelah keluhan rasa nyeri pertama kali dirasakan".Kata Teguh.

Masyarakat diminta waspada terhadap keluhan angina ini. Soalnya penderita sebelum terserang akan tampak sehat-sehat. Solusi satu-satunya hanyalah melonggarkan sumbatan yang terjadi, yaitu dengan memberikan obat anti platelet (sel pembeku darah) dan anti koagulan. Atau, obat untuk mengantisipasi ketidak-seimbangan supply oksigen dan kebutuhan oksigen. Misalnya nitrat, betabloker, dan kalsium antagonis.
Di tempat terpisah, ahli jantung RS Jantung Harapan Kita dr. Santoso Karo-Karo MPH, SpJp mengungkapkan kondisi rumah sakit di Indonesia tidak terlalu bisa diharapkan untuk pengobatan SSJKA. Rumah sakit terkesan lambat menangani pasien.Untuk itu ia menyarankan agar penderita yang sudah tahu bahwa dirinya memiliki gangguan jantung sebaiknya membawa tablet antiplatelet ke manapun ia pergi. Obat antiplatelet yang paling murah dan gampang di cari adalah aspirin. Obat ini selain bermanfaat sebagai pertolongan pertama mengatasi nyeri dan melonggarkan kembali pembuluh darah yang tersumbat oleh thrombosit atau platelet (sel pembeku darah).

Selasa, 30 September 2008

BAHAYA PLASTIK

Sudah banyak orang yang memberi peringatan, rumor, gosip bahkan artikel majalah tentang bahaya plastik. Tetapi tetap saja hanya segelintir orang yang menggubris, peduli atau sampai meneliti lebih lanjut.

Plastik adalah salah satu bahan yang dapat kita temui di hampir setiap barang. Mulai dari botol minum, TV, kulkas, pipa pralon, plastik laminating, gigi palsu, compact disk (CD), kutex (pembersih kuku), mobil, mesin, alat-alat militer hingga pestisida. Oleh karena itu kita bisa hampir dipastikan pernah menggunakan dan memiliki barang-barang yang mengandung Bisphenol-A. Salah satu barang yang memakai plastik dan mengandung Bisphenol A adalah industri makanan dan minuman sebagai tempat penyimpan makanan, plastik penutup makanan, botol air mineral, dan botol bayi walaupun sekarang sudah ada botol bayi dan penyimpan makanan yang tidak mengandung Bisphenol A sehingga aman untuk dipakai makan. Satu tes membuktikan 95% orang pernah memakai barang mengandung Bisphenol-A.

Plastik dipakai karena ringan, tidak mudah pecah, dan murah. Akan tetapi plastik juga beresiko terhadap lingkungan dan kesehatan keluarga kita. Oleh karena itu kita harus mengerti plastik-plastik yang aman untuk kita pakai.

Apakah arti dari simbol-simbol yang kita temui pada berbagai produk plastik?

PETE atau PET (polyethylene terephthalate)#1. PETE atau PET (polyethylene terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Boto-botol dengan bahan #1 dan #2 direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan pakai untuk air hangat apalagi panas. Buang botol yang sudah lama atau terlihat baret-baret.

HDPE (high density polyethylene)#2. HDPE (high density polyethylene) biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. Sama seperti #1 PET, #2 juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.

V atau PVC (polyvinyl chloride)#3. V atau PVC (polyvinyl chloride) adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.

LDPE (low density polyethylene)#4. LDPE (low density polyethylene) biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode #4 dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan #4 bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.

PP (polypropylene)#5. PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik.

PS (polystyrene)#6. PS (polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.

Other (biasanya polycarbonate)#7. Other (biasanya polycarbonate) bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate.

Masih banyak sekali barang plastik yang tidak mencantumkan simbol-simbol ini, terutama barang plastik buatan lokal di Indonesia. Oleh karena itu, kalau anda ragu lebih baik tidak membeli. Kalaupun barang bersimbol lebih mahal, harga tersebut lebih berharga dibandingkan kesehatan keluarga kita.

Pada akhirnya. Hindari penggunaan plastik apapun di Microwave. Gunakan bahan keramik, gelas atau pyrex sebagai gantinya.

Hindari juga membuang sampah plastik terutama yang mengandung Bisphenol-A sembarangan karena bahan tersebut pun bisa mencemari air tanah yang pada akhirnya pun bisa mencemari air minum banyak orang.

Semoga informasi ini bermanfaat.

Sumber: Law

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080608000129AADqW3J

BAHAYA PLASTIK

Sudah banyak orang yang memberi peringatan, rumor, gosip bahkan artikel majalah tentang bahaya plastik. Tetapi tetap saja hanya segelintir orang yang menggubris, peduli atau sampai meneliti lebih lanjut.

Plastik adalah salah satu bahan yang dapat kita temui di hampir setiap barang. Mulai dari botol minum, TV, kulkas, pipa pralon, plastik laminating, gigi palsu, compact disk (CD), kutex (pembersih kuku), mobil, mesin, alat-alat militer hingga pestisida. Oleh karena itu kita bisa hampir dipastikan pernah menggunakan dan memiliki barang-barang yang mengandung Bisphenol-A. Salah satu barang yang memakai plastik dan mengandung Bisphenol A adalah industri makanan dan minuman sebagai tempat penyimpan makanan, plastik penutup makanan, botol air mineral, dan botol bayi walaupun sekarang sudah ada botol bayi dan penyimpan makanan yang tidak mengandung Bisphenol A sehingga aman untuk dipakai makan. Satu tes membuktikan 95% orang pernah memakai barang mengandung Bisphenol-A.

Plastik dipakai karena ringan, tidak mudah pecah, dan murah. Akan tetapi plastik juga beresiko terhadap lingkungan dan kesehatan keluarga kita. Oleh karena itu kita harus mengerti plastik-plastik yang aman untuk kita pakai.

Apakah arti dari simbol-simbol yang kita temui pada berbagai produk plastik?

PETE atau PET (polyethylene terephthalate)#1. PETE atau PET (polyethylene terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Boto-botol dengan bahan #1 dan #2 direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan pakai untuk air hangat apalagi panas. Buang botol yang sudah lama atau terlihat baret-baret.

HDPE (high density polyethylene)#2. HDPE (high density polyethylene) biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. Sama seperti #1 PET, #2 juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.

V atau PVC (polyvinyl chloride)#3. V atau PVC (polyvinyl chloride) adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.

LDPE (low density polyethylene)#4. LDPE (low density polyethylene) biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode #4 dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan #4 bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.

PP (polypropylene)#5. PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik.

PS (polystyrene)#6. PS (polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.

Other (biasanya polycarbonate)#7. Other (biasanya polycarbonate) bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate.

Masih banyak sekali barang plastik yang tidak mencantumkan simbol-simbol ini, terutama barang plastik buatan lokal di Indonesia. Oleh karena itu, kalau anda ragu lebih baik tidak membeli. Kalaupun barang bersimbol lebih mahal, harga tersebut lebih berharga dibandingkan kesehatan keluarga kita.

Pada akhirnya. Hindari penggunaan plastik apapun di Microwave. Gunakan bahan keramik, gelas atau pyrex sebagai gantinya.

Hindari juga membuang sampah plastik terutama yang mengandung Bisphenol-A sembarangan karena bahan tersebut pun bisa mencemari air tanah yang pada akhirnya pun bisa mencemari air minum banyak orang.

Semoga informasi ini bermanfaat.

Sumber: Law

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080608000129AADqW3J