Selasa, 02 Oktober 2012

46 Paus Pilot terdampar di TNP Laut Sawu, NTT. sebagian besar MATI

Sebanyak 46 ekor paus yang terdampar di Nusa Tenggara Timur dipastikan bukan jenis paus biru, melainkan paus pilot.

"Berdasarkan suaranya dan beberapa gambar resolusi rendah, kemungkinan besar paus yang terdampar adalah jenis paus pilot bersirip pendek,Globicephala macrorhynchus," kata peneliti mamalia laut yang pernah meneliti dfi Nusa Tenggara Timur, Benyamin Kahn, seperti disampaikan Raimundus Nggajo, Kepala Seksi Pendayagunaan dan Pengawasan di Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, Selasa (2/10/2012).

Raimon, mengatakan, Kahn menyatakan identifikasinya lewat email kepada Alex Tanody, Kepala The nature Conservancy (TNC) Kupang dan Riyanto Basuki dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Paus pilot terbagi menjadi dua, yakni bersirip panjang (G. melas) dan bersirip pendek. Paus pilot berukuran besar, hanya terkalahkan oleh Paus Pembunuh. Jenis paus ilot dan anggota dari keluarga lumba-lumba dikenal sebagai blackfish.

Paus pilot sirip pendek biasanya berwarna hitam atau abu-abu. Salah satu perbedaan paus pilot sirip pendek dan panjang adalah jumlah giginya. Paus pilot sirip panjang memiliki 9-12 gigi di setiap baris dan sirip 1/5 ukuran tubuh. Sementara, paus pilot sirip panjang punya 7-9 gigi di setiap baris dan sirip 1/6 ukuran tubuh. 

Dinyatakan dalam Encyclopedia of Marine Mammals yang ditulis W.F. Perrin dan rekan serta diterbitkan oleh Academic Press pada tahun 2008, jenis paus pilot adalah jenis yang paling sering terdampar. 

Paus pilot memiliki ikatan yang kuat dalam kelompoknya. Karenanya, paus pilot biasanya terdampar dalam kelompok atau berjumlah besar. Paus yang terdampar sendiri biasanya punya penyakit. Terdamparnya paus bisa diakibatkan oleh anomali geomagnetik yang mengganggu navigasi ataupun mengikuti anggota kelompok yang sakit.

Dari 46 ekor paus yang terdampar di NTT, 4 diantaranya telah berhasil diselamatkan ke laut sementara sebagian besar masih lemas dan ada yang mati. Proses penyelamatan serta dokumentasi akan terus dilanjutkan.

Sebagian besar paus yang terdampar di Nusa Tenggara Timur pada Senin (1/10/2012) mati. Demikian diungkapkan Ingrid Sabuin, Tenaga Teknis Taman Nasional Perairan Laut Sawu, Kabupaten Sabu Raijua, yang berada di lokasi terdamparnya paus. 

"42 ekor paus sudah positif mati," kata Ingrid saat dihubungi Kompas.com, Selasa (2/10/2012).

Tim penyelamat gabungan yang terdiri dari staf Kementerian Kelautan dan Perikanan, Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, dan masyarakat telah berupaya membawa kembali empat ekor paus lain ke laut, tetapi tak begitu berhasil.

"Masyarakat sudah coba dorong empat ekor paus ke laut, tapi dua kembali lagi ke darat lalu mati. Hanya dua yang berhasil," ungkap Ingrid.

Tim akan melakukan langkah lanjut pada bangkai paus. Ingrid mengungkapkan, bangkai paus akan dikuburkan. 

Sementara itu, beberapa bangkai paus kini sudah diambil dagingnya oleh masyarakat setempat. Menurut Ingrid, sudah sekitar 10 ekor yang diambil dagingnya.

Diberitakan sebelumnya, paus yang terdampar di NTT adalah jenis paus pilot. Paus ini memiliki hubungan sosial yang kuat dalam kelompok sehingga cenderung terdampar bersamaan. Penyebab terdampar masih misteri, tetapi bisa terjadi akibat anomali geomagnetik yang mengganggu navigasi ataupun mengikuti anggota kelompok yang sakit.

Tidak ada komentar: